Polusi Udara dalam Ruang 101

Environmental Protection Agency (US EPA) secara konsisten mengurutkan polusi dalam ruangan sebagai urutan lima besar resiko lingkungan pada kesehatan umum. Kualitas udara dalam rumah 2 sampai 5 kali lebih buruk dari pada udara di luar dan terkadang sampai 100 kali lebih buruk.

Bahan-bahan yang paling berbahaya termasuk:

  • sulfuroksida
  • karbondioksida
  • nitrogenoksida
  • timah (terutama di negara berkembang)


Pembangunan rumah dan gedung yang ‘tight’ bertujuan mengurangi kebocoran udara dingin dari dalam ruang karena iklim di Indonesia yang panas. Pergantian udara dari udara dalam ruangan di rumah kita dengan udara luar tidak terjadi secara terus menerus dan minimum. Sehingga, bahan pencemar di udara dalam  ruangan bisa menumbulkan penumpukkan berlipat ganda, bahan campuran yang jarang ditemukan di udara luar ruangan.

Partikel polusi udara ini berasal dari tubuh manusia sendiri, bahan bangunan yang digunakan, alat-alat pemakaian produk konsumen dan pestisida. Partikel polusi ini biasanya tidak berbau dan berwarna sehingga tidak disadari oleh kita.

Polusi udara dalam ruangan juga dapat diakibatkan oleh tingkat kelembaban yang tidak normal. Hal ini dapat disebabkan misalnya oleh sistem ‘pendingin udara (air conditioning atau AC)’ yang tidak dipelihara dengan baik. 

Udara dalam ruangan yang tercemar dan sistem AC yang tidak dirawat dengan baik dapat berakibat fatal pada kesehatan kita terutama pada anak kecil, orang usia lanjut dan orang yang sudah sakit sehingga lebih rentan. Dengan cara pembangunan rumah secara ‘tight’ agar udara dingin tidak ‘bocor’ keluar dan rumah nyaman, intensitas polusi dalam ruangan dapat meningkat sampai 1000 kali lipat dan masuk ke paru-paru kita dengan lebih cepat.
Hubungi Cool & Clean sekarang untuk mengukur kualitas udara dalam ruang Anda dan pastikan rumah Anda bebas dari polusi pencemaran udara. Lindungi si kecil dari bahaya polusi udara dalam ruang. LIKE FB Page Cool & Clean untuk tips dan trick lainnya. Atau tinggalkan comment di bawah untuk diskusi dengan Cool & Clean.

source: Environment Protection Agency

2 Comments

  1. Putri-Reply
    September 7, 2012 at 9:10 am

    Jadi dengan kebiasaan memakai AC untuk menyejukan udara. Selain kita harus menghirup udara “pengap” di dalam ruangan (udara yang tidak pernah dipasok oleh udara segar), kita bisa terkurung oleh polutan2 udara dalam ruangan. Bagaimana kita menghadapi masalah2 ini?.

  2. September 10, 2012 at 6:45 am

    Hai Putri, terima kasih atas commentnya. Menurut kami, salah satu cara menghadapi masalah kualitas udara dalam ruang seperti ini diperlukan ventilasi mekanika yang mampu membuang udara dari dalam ruangan dan memasok udara segar yang sudah disaring dari luar.
    Ventilasi ini juga harus punya kemampuan:

    1. Menjaga temperatur dalam ruangan dengan stabil.
    2. Menjaga kelembaban dalam ruangan dengan stabil.

    Kedua hal tersebut penting karena iklim tropis Indonesia yang cenderung lebih lembab dan suhu tinggi agar kita bisa tetap nyaman menikmati AC ketika berada dalam ruangan.

    Semoga hal ini dapat membantu Anda.

Leave A Comment