Sekolah Yang Sehat Bagi Masa Depan Yang Lebih Baik

Sekolah sehat mungkin masih belum begitu banyak dan belum begitu dikenal di Indonesia. Tapi sekolah yang sehat sudah mulai diterapkan di Australia. Banyak keuntungan yang didapatkan si anak, memang membutuhkan biaya ekstra, tetapi biaya tersebut tidak ada artinya jika anak-anak kita jauh dari virus dan penyakit juga produktivitas mereka jauh lebih baik.

Gagasan mengenai sekolah yang sehat merupakan hal baru bagi industri desain interior di Australia. Bahkan, sistem pendidikan merupakan salah satu fokus utama dalam pembangunan green building. Ini masuk akal karena, menurut Green Building Council of Australia (GBCA), sekolah hijau menghabiskan rata-rata kurang dari 32 air dan energi sebanyak kurang dari 33 persen, jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah non-green building. Hal ini dapat menurunkan biaya operasi yang rata-rata hanya di bawah $ 100.000 per tahun, cukup untuk membeli 200 komputer baru atau 5.000 buku sesuai dengan kebijakan green building.

Meskipun kami memahami bahwa green building memiliki dampak yang dinilai cukup memberatkan lingkungan dan keuangan, pengaruh positifnya adalah kita bisa mendapatkan kualitas kesehatan yang lebih baik dari sebelumnya. Hal ini sangat relevan ketika melihat bahwa Indoor Evironmental Quality (IEQ) dan efeknya yang dapat memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi baru di Australia. Menurut sebuah studi di Amerika Serikat, Greening America’s Schools: Biaya dan Manfaat, 41 persen anak-anak di green school melihat perbaikan pada kesehatan mereka, termasuk menurunnya gejala asma, flu dan masalah pernapasan. Mungkin sebagai akibatnya, 15 persen mampu meningkatkan produktivitas mereka dan 25 persen mengalami peningkatan pada skor tes mereka karena pencahayaan yang dan ventilasi yang baik.

The Heschong Mahone Daylighting Study menegaskan bahwa terdapat dampak yang signifikan bagi pendidikan. Dalam studi tersebut, 21.000 siswa sebagai responden dan reaksi terhadap perubahan lingkungan dalam ruangan  telah dianalisis. Tes menunjukkan bahwa, siswa dalam ruang dengan elemen interior yang ditingkatkan berkembang 20 persen lebih cepat dalam matematika dan 26 persen lebih cepat dalam membaca, dengan peningkatan kinerja keseluruhan 5 sampai 10 persen pada anak-anak yang duduk di dekat jendela.

“Setiap anak berhak untuk pergi ke sekolah dengan udara yang sehat untuk kemudian dihirup dan kondisi sekolah yang mendorong siswa dalam belajar,” papar GBCA.

Sementara hasil  yang diperoleh menunjukkan hasil yang dramatis, mereka jangan sampai terlalu terkejut. Diketahui bahwa, beberapa elemen yang sama dapat sangat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan orang-orang di lembaga medis, sehingga masuk akal bila orang sehat yang terkena elemen tersebut juga akan mengalami manfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan.

Green Classrooms adalah langkah berikutnya dalam evolusi desain untuk sekolah, tidak hanya karena mereka lebih ekonomis dan ramah lingkungan, tetapi karena mereka menghasilkan potensi yang lebih besar bagi generasi baru, memberikan mereka ruang yang sehat  dan lebih produktif di mana untuk belajar dan berkembang. 

LIKE Facebook Cool & Clean atau FOLLOW Twitter @TawadaCleanTech untuk info green menarik lainnya.

Leave A Comment