FDA Mencari Jawaban akan Arsenik di dalam Beras – Part 1


The Food and Drug Administration (FDA) memonitori ratusan makanan dan minuman yang digunakan dalam diet Amerika. Lembaga ini mencari zat yang dapat membahayakan konsumen, termasuk bahan kimia industri, logam berat, residu pestisida dan kontaminasi radiasi.
Makanan pokok meliputi produk padi dan beras, makanan yang FDA telah diuji secara khusus akan adanya arsenik anorganik, bahan kimia yang dalam kondisi tertentu telah dikaitkan dengan efek jangka panjang kesehatan.
Lembaga ini telah menganalisis hampir 200 sampel beras dan produk padi dan mengumpulkan sekitar 1.000 lebih. Karena beras diolah menjadi berbagai produk, sampel ini meliputi produk beras seperti sereal, minuman beras dan kue beras.
Kadar arsenik dapat sangat bervariasi dari sampel ke sampel, bahkan di dalam produk yang sama. Pengujian FDA dari sampel awal menemukan tingkat-tingkat rata-rata arsenic anorganik dalam mikrogram (sepersejuta gram):
• Beras (selain beras Basmati): 6,7 per 1 cangkir (dimasak)
Kue Beras: 5,4 per 2 kue
Minuman beras: 3,8 per 240 ml (beberapa sampel tidak diuji untuk arsenik anorganik)
Sereal Beras: 3,5 per 1 cangkir
• beras Basmati: 3,5 per 1 cangkir dimasak
Berdasarkan data dan literatur ilmiah yang ada saat ini, FDA tidak merekomendasikan supaya konsumen mengubah konsumsi produk padi dan beras saat ini, namun disarankan orang-orang makan diet seimbang yang mengandung berbagai macam biji-bijian.
Pengumpulan data adalah langkah pertama penting dalam menilai risiko jangka panjang kesehatan dan meminimalisasi risiko tersebut.
“Kami memahami bahwa konsumen khawatir tentang hal ini. FDA berkomitmen untuk memastikan bahwa sejauh mana kita memahami seperti apa zat seperti arsenik yang ada dalam makanan, apakah mereka dapat menimbulkan risiko, apakah risiko dapat diminimalkan, dan untuk berbagi apa yang kita tahu, “kata Komisaris FDA Margaret A. Hamburg , MD.
Setelah FDA menyelesaikan analisis dari sekitar 1.200 produk beras, lembaga tersebut akan menganalisis hasilnya dan menentukan apakah perlu atau tidak untuk mengeluarkan rekomendasi
Baca sambungan artikel di Clean Air Indonesia mengenai FDA dan arsenik dalam nasi! Hati-hati atas bahaya arsenik, batasi konsumsi nasi Anda dan anak Anda.
Makan sehat = keluarga sehat

Leave A Comment